Carut-marutnya Mitigasi dan Penanganan Bencana

Tanah air kita memang wilayah yang rentan terhadap bencana. Di wilayah tempat bertemunya lempeng tektonik serta dikelilingi lautan, bencana gempa dan tsunami akan selalu mengancam setiap saat. Selain itu juga wilayah yang dilalui jalur gunung api, di mana hampir 15% gunung berapi aktif yang ada di dunia terletak di wilayah kita juga senantiasa mengancam untuk terjadi letusan setiap saat. Sehingga kewaspadaan dan upaya mitigasi senantiasa diperlukan setiap saat atas ancaman akan terjadinya bencana. Ditambah lagi dengan semakin buruknya lingkungan dan perubahan iklim akan semakin sering bencana terjadi dan mengancam kita semua.

Semakin seringnya bencana terjadi belakangan ini, ternyata tak membuat pemerintah melek akan kemungkinan ancaman dan dampak bencana lebih besar yang setiap saat mengancam. Walaupun memang bencana merupakan kuasa Tuhan di mana kita tak dapat secara pasti meramalkan kapan bencana itu akan terjadi, namun kita bisa melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak yang lebih buruk dari bencana. Kewaspadaan dan upaya mitigasi dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak buruk akibat bencana.

Kita dapat melihat bagaimana lambatnya penanganan bencana sehingga walaupun banyak masyarakat yang berhasil selamat, tak mampu bertahan akibat keterlambatan penanganan pasca bencana. Lambatnya evakuasi, peringatan dini, bahkan sampai penyaluran bantuan pun selalu terlambat dan tidak tepat sasaran. Bahkan ada oknum yang dengan tega menyunat dana bantuan, sungguh suatu hal yang sangat keterlaluan. Selain itu hal yang terpenting adalah bagaimana mengambil pelajaran dari bencana yang telah terjadi, bagaimana penanganan dampak agar di kemudian hari bila terjadi lagi atau bila bencana serupa terjadi di tempat lain upaya penganan dampak bisa dilakukan dengan lebih baik.

Pemetaan wilayah mana saja yang rawan terhadap bencana, pos pengamatan dan sistem peringatan dini mutlak diperlukan dan harus segera diaplikasikan. Setelah pemetaan wilayah tentunya adalah pemetaan jumlah penduduk agar ketika evakuasi dapat dipersiapkan infrastruktur dan tenaga yang memadai untuk penanggulangan bencana. Selain itu hal penting lainya adalah koordinasi yang tepat, cepat, dan kontinyu, antar setiap lembaga pemerintah dan elemen masyarakat.  BPS, BMKG, BASARNAS, BNPB, DEPKES, DEPSOS, KEPOLISIAN, TNI serta lembaga masyarakat lainya harus senatiasa berkoordinasi agar ketika bencana terjadi tidak ada kesan saling lempar tanggung jawab. Mengapa harus selalu relawan yang bergerak terlebih dahulu ketika bencana terjadi. Selain itu yang penting juga dilakukan adalah pendidikan kepada masyarakat terhadap mitigasi bencana, agar mereka senantiasa waspada dan cepat tanggap untuk bertindak ketika suatu bahaya akibat bencana mengncam mereka.

Comments

    Trackbacks/Pingbacks

    1. Websites we think you should visit…

      [...]in the following are some url links to places which we link to since we feel they will be definitely worth checking out[...]…

    Speak Your Mind

    CommentLuv Enabled